Ganti Oli Mobil

Kapan Waktu yang Pas untuk Ganti Oli Mobil

Mempunyai mobil tidak hanya cukup digunakan saja. Tapi juga perlu dirawat. Perawatan berkala di bengkel seperti ganti oli harus rutin dilakukan. Agar performa mesin tetap terjaga dan tidak cepat rusak. Apalagi dengan mobil yang jam terbangnya cukup tinggi. Cek secara berkala di bengkel adalah agenda rutin yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah kapan waktu yang tepat untuk ganti oli mobil? Atau mungkin dengan pertanyaan yang sama. Ganti oli mobil berapa bulan sekali? Atau juga Ganti oli mobil berapa kilometer? Jawabnnya bisa berbeda-beda. Ada yang mengatakan setiap 5 ribu atau 10 ribu kilometer. Atau juga ada yang mengatakan setiap 6 bulan sekali. Meskipun belum mencapai 5 ribu atau 10 ribu kilometer jarak tempuh. Agar tidak salah, sebaiknya ikuti beberapa aturan ganti oli mobil berikut ini.

  1. Untuk Mobil Baru

Saat membeli mobil baru, biasanya mendapat bonus beberapa kali perawatan gratia di bengkel resmi. Sehingga biaya perawatan pasca pembelian tidak dibebankan kepada pemilik mobil. Hal ini yang mendorong pemilik mobil rajin untuk membawa mobilnya ke bengkel meski hanya sekedar ganti oli mobil.

Pasca pembelian, biasanya kita disarankan untuk mengganti oli setelah jarak tempuh mencapai 1000 kilometer. Dan diminta kembali lagi untuk ganti oli setelah 2.500 kilometer. Karena biaya perawatan masih ditanggung bengkel resmi, biasanya kita akan menaati dan patuh terhadap aturan tersebut. Namun, ketika bonus perawatan telah habis, kita akan mulai acuh dan tidak terlalu memikirkan untuk ganti oli.

  1. Sesuaikan Dengan Buku Manual

Ganti Oli Mobil

Ketika kita membeli mobil baru, biasanya disertai dengan buku manual panduan service. Agar kita bisa ingat kapan harus ganti oli mobil. Biasanya, di buku panduan sudah ditulis ganti oli mobil setiap 10 ribu kilometer. Namun, ketika kita lebih sering berkendara di jalanan yang sering macet seperti di Jakarta, disarankan untuk ganti oli mobil setiap 5 kilometer.

Baca Juga :  Modifikasi R25 Terbaru: Terobosan Yamaha Mengungguli Honda

Karena, meskipun mobil tidak berjalan dalam keadaan macet, mesin mobil tetap saja bekerja. Hal inilah yang mengakibatkan jam bekendara mesin lebih banyak daripada kilometer yang ditempuhnya.

Jadi bagaimana sebaiknya? Ikuti saja waktu jadwal perawatan berkala yang ada dalam buku manual. Misalnya setiap 6 bulan sekali. Meskipun sudah 6 bulan tetapi kilometer belum sampai 10 ribu, sebaiknya gantilah oli mobil. Agar performa mesin terus terjaga dan terhindar dari kerusakan mobil yang cukup parah.

  1. Sesuai Dengan Kekentalan Oli

Jadwal ganti oli mobil selanjutnya adalah sesuai kekentalan oli yang kita gunakan. Semakin kental oli, maka bisa lebih panjang untuk masa penggantian. Begitupun sebaliknya. Kekentalan oli ini bisa dilihat dari kode SAE yang ada pada kemasan. Bila kodenya 20-50W, kita bisa menggantinya tiap 3 ribu hingga 5 ribu kilometer. Sedangkan jika kodenya 10-40W, di mana kekentalannya lebih kental, kita bisa menggantinya setiap rentan antara 7 hingga 10 kilometer.

  1. Cek Juga Filter Oli

Tidak hanya oli saja yang perlu penggantian. Filter oli juga butuh diganti. Karena jika tidak diganti, oli tidak bisa bersirkulasi dengan baik akibat kotoran yang menumpuk. Bengkel biasanya akan menyarankan untuk mengganti setiap 2X ganti oli. Atau jika tiap hari kita berkendara kurang lebih sejauh 20 kilometer, penggantian filter oli harus dilakukan setiap 8 bulan sekali.

  1. Pantau Kualitas Oli

Selalu pantau kualitas oli dengan melihat perubahan warnanya. Jika warnanya sudah berubah, berarti perlu dilakukan ganti oli mobil.

Posts created 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.